{"id":654761,"date":"2025-09-27T08:30:39","date_gmt":"2025-09-27T08:30:39","guid":{"rendered":"https:\/\/neverlearning.com\/blog\/2025\/09\/27\/the-end-of-the-influencer-era-2\/"},"modified":"2025-09-27T08:35:23","modified_gmt":"2025-09-27T08:35:23","slug":"the-end-of-the-influencer-era-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/neverlearning.com\/id\/blog\/2025\/09\/27\/the-end-of-the-influencer-era-2\/","title":{"rendered":"The End of the Influencer Era ? #2"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<h1>\ud83c\udf0a Akhir dari Era Influencer?<\/h1>\n<p><strong>5 Kebenaran Bisnis dari Komsan Lee yang Harus Diketahui Setiap Merek Sebelum Terlambat<\/strong><\/p>\n<p>Di dunia saat ini, <strong>Pemasaran Influencer<\/strong> dan <strong>Live Commerce<\/strong> telah menjadi kata kunci yang paling kuat di industri pemasaran. Banyak yang melihatnya sebagai \u201clifeline\u201d pamungkas dan formula yang sangat diperlukan untuk kesuksesan bisnis. Dari startup kecil hingga merek raksasa, semua orang menginvestasikan anggaran besar untuk bersaing mendapatkan perhatian melalui influencer online.<\/p>\n<p>Tetapi bagaimana jika ide ini akan menjadi <strong>usang<\/strong> hanya dalam beberapa tahun?<\/p>\n<p>Di panggung di <em>The Secret Sauce<\/em>, <strong>Komsan Lee<\/strong>, pendiri Flash Express, tidak hanya berbagi \u201ctrend\u201d\u2014dia menyampaikan sebuah <strong>nubuat<\/strong>:<br \/>\n\ud83d\udc49 <strong>5 kebenaran bisnis yang selamanya akan membentuk kembali lanskap pemasaran.<\/strong><br \/>\nDan inilah hal-hal yang harus diketahui setiap pembangun merek\u2014sebelum pesaing Anda mengetahuinya.<\/p>\n<hr \/>\n<h2>\u26a1 Gelombang Kejut Pertama: Kekuatan Diam-Diam Telah Bergeser<\/h2>\n<p>Komsan mengungkapkan fakta yang mengejutkan: dominasi <strong>Social Commerce<\/strong> telah menyusut menjadi hanya <strong>15%<\/strong>, sementara <strong>Platform Marketplace<\/strong> sekarang mengendalikan <strong>85%<\/strong> yang sangat besar. Ini adalah bom waktu yang menandakan transformasi besar di masa depan.<\/p>\n<hr \/>\n<h2>1\ufe0f\u20e3 Hari-Hari Terakhir dari \u201cMiddleman\u201d: AI Akan Merebut Tahta dari Influencer \ud83e\udd16<\/h2>\n<p>Zaman keemasan Influencer dan KOL (Key Opinion Leader) sudah berakhir di Cina. Gelombang berikutnya sudah jelas: <strong>AI akan menjalankan permainan.<\/strong><\/p>\n<p>Dalam 2\u20133 tahun ke depan, alat AI akan memungkinkan merek untuk menjangkau konsumen secara langsung\u2014membuat influencer semakin tidak relevan. Ini bukan hanya perubahan teknologi; ini adalah <strong>pergeseran kekuatan<\/strong> kembali ke platform dan pemilik merek.<\/p>\n<p>\ud83d\udca1 Uang yang dulu dihabiskan untuk influencer akan dialihkan untuk membangun <strong>aset digital Anda sendiri<\/strong>.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cWe\u2019re like monkeys on stage, earning less and less\u2026 until one day, we\u2019re worthless. Because the stage isn\u2019t ours. The audience isn\u2019t addicted to the monkey\u2014they\u2019re addicted to the stage.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<hr \/>\n<h2>2\ufe0f\u20e3 Berhenti Memancing di Kolam Orang Lain \ud83c\udfa3 \u2192 Bangun Kerajaan Anda Sendiri \ud83d\udc51<\/h2>\n<p>Jika platform memiliki kolam, dan influencer kehilangan makna, bagaimana merek dapat bertahan?<\/p>\n<p>Jawaban Komsan: <strong>berhenti menjadi pemburu, jadilah petani.<\/strong><\/p>\n<p>Dia menjelaskan 3 era bisnis:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Era 1 (Memancing):<\/strong> Merek mengejar pelanggan di media sosial yang ramai.<\/li>\n<li><strong>Era 2 (Ikan Pinjaman):<\/strong> Influencer membangun kolam pengikut mereka sendiri.<\/li>\n<li><strong>Era 3 (Bertani Ikan):<\/strong> Kolam umum mengering. Satu-satunya cara untuk maju adalah dengan <strong>membangun kolam Anda sendiri<\/strong>\u2014merek yang kuat dengan basis pelanggan yang loyal.<\/li>\n<\/ul>\n<blockquote><p>\u201cIn Era 3, the pond will dry, the fish will vanish. You must raise your own fish to survive.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<hr \/>\n<h2>3\ufe0f\u20e3 Gelombang Raksasa dari Cina \ud83c\udf0f: Jadilah Jembatan, Bukan Tembok \ud83c\udf09<\/h2>\n<p>Merek-merek Cina akan datang\u2014ini bukan \u201cif,\u201d tetapi <strong>kapan<\/strong>. Dengan pasar domestik Cina yang jenuh dan ketegangan dengan Barat, Asia Tenggara adalah target utama mereka.<\/p>\n<p>Alih-alih takut pada mereka, Komsan mendesak kita untuk <strong>menjadi jembatan<\/strong>.<\/p>\n<p>Dia mendirikan <strong>Mad Unicorn \ud83e\udd84<\/strong> untuk membawa merek-merek Cina yang kuat seperti <strong>CHAGEE<\/strong>, tetapi dengan satu aturan ketat:<\/p>\n<blockquote><p>\u201cWe must hold more than 51% of the shares. The day I lose independencethe day you can\u2019t trust me.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Ini bukan penyerahan\u2014ini adalah <strong>kontrol strategis<\/strong>. Dengan menetapkan persyaratan, Thailand dapat menyerap pengetahuan, membangun pusat R&amp;D, dan menambah nilai pada sumber daya lokal (seperti teh Chiang Rai) untuk ekspor global.<\/p>\n<hr \/>\n<h2>4\ufe0f\u20e3 Perang Baru Akan Datang \u2694\ufe0f: Raksasa Tidak Selalu Menang<\/h2>\n<p>Banyak yang merasa putus asa bersaing dengan raksasa monopoli. Tetapi Komsan melihat peluang.<\/p>\n<p>Mengapa? Karena <strong>teknologi, rantai pasokan, model bisnis, dan\u2014yang paling penting\u2014konsumen telah berubah.<\/strong><\/p>\n<p>Konsumen modern mendambakan <strong>pilihan baru<\/strong>. Ini membuka pintu bagi merek kecil untuk menonjol di mana pemain besar mengabaikan.<\/p>\n<p>Itulah sebabnya Komsan mengincar <strong>bisnis toko serba ada<\/strong>\u2014untuk menantang para pemimpin pasar yang sudah lama berdiri.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cIf war lasts long enough, peace will come. But if monopoly lasts too long, a new war will begin.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<hr \/>\n<h2>5\ufe0f\u20e3 Waktunya Membangunkan Raksasa \ud83d\udc79: Bertransformasi Menjadi \u201cDemon\u201d dan Berani Berbeda<\/h2>\n<p>Bertahan hidup dalam perang baru ini membutuhkan lebih dari sekadar strategi\u2014itu membutuhkan <strong>pergeseran semangat<\/strong>.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cTransform into a demon.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Dengan \u201cdemon,\u201d Komsan berarti <strong>semangat kewirausahaan yang tak tergoyahkan<\/strong>\u2014penolakan untuk tetap sama. Satu-satunya cara untuk memenangkan hati konsumen adalah melalui <strong>perbedaan<\/strong>.<\/p>\n<p>Formulanya:<\/p>\n<ul>\n<li>Mulai dari yang kecil \u2192 selesaikan masalah khusus.<\/li>\n<li>Tingkatkan skala \u2192 perluas ke industri yang lebih besar.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Bahkan dia harus beradaptasi\u2014meluncurkan saluran TikTok-nya sendiri dan mempelajari budaya baru.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cThe demon in my eyesthe refusal to give up. You can\u2019t stay the same. You must pull out the DNA of an entrepreneur and amplify it. Even I changed. Please, everyone\u2014change.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<hr \/>\n<h2>\ud83d\udcdd Kesimpulan: Setan Seperti Apa yang Akan Anda Jadikan?<\/h2>\n<p>Ini mungkin terdengar seperti \u201cbad news,\u201d tetapi sebenarnya, ini adalah <strong>panggilan bangun terkeras<\/strong> untuk para pengusaha Thailand.<\/p>\n<p>Masa depan datang dengan cepat. Pertanyaan sebenarnya bukanlah <strong>\u201cWill you change?\u201d<\/strong> melainkan:<br \/>\n\ud83d\udc49 <strong>\u201cWhat kind of demon will you become to win the next war?\u201d<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Akhir Era Influencer? #2","protected":false},"author":18,"featured_media":654707,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"footnotes":""},"categories":[303,304,305],"tags":[230],"class_list":["post-654761","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-brand-strategy-id","category-business-marketing-id","category-digital-marketing-id","tag-online-course-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/neverlearning.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/654761","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/neverlearning.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/neverlearning.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neverlearning.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/18"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neverlearning.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=654761"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/neverlearning.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/654761\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":654785,"href":"https:\/\/neverlearning.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/654761\/revisions\/654785"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neverlearning.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/654707"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/neverlearning.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=654761"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/neverlearning.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=654761"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/neverlearning.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=654761"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}